Know Your Seaweed : Ulva Lactuca

       Ulva sp. atau yang biasa dikenal oleh masyarakat indonesia sebagai selada laut, merupakan salah satu jenis rumput laut dalam divisi chlorophyta. Ulva sp. termasuk kedalam divisi Chlorophyta karena dalam sel-sel nya mengadung banyak klorofil-a. Klorofil-a inilah  yang kemudian memberikan warna hijau pada rumput laut ini (Guiry, 2007). Ulva sp. memiliki banyak jenis yang tersebar di seluruh dunia, salah satu dari jenis ulva ini adalah jenis Ulva lactuca.

         Ulva lactuca memiliki panjang thallus hingga 100 cm dan memiliki warna hijau apel. Rumput laut ini juga memiliki tepi yang bergelombang seperti pedang yang sedang melipat (pada sudut pandang tertentu). Bagian tengah dari setiap helaian seringkali berwarna pucat dan semakin ke arah tepi warnanya semakin gelap. Pada daerah tropis, habitat Ulva lactuca ini biasanya pada daerah yang dangkal (zona intertidal bagian atas hingga kedalaman 10 meter). Pada substrat yang tepat, seringkali melakukan asosiasi dengan daerah yang memiliki nutrien yang tinggi (contohnya mangrove) atau dekat sumber air tawar (Littler  et al., 1989; Reine dan Junior, 2002).

          Menurut Guiry (2007), taksonomi Ulva lactuca adalah sebagai berikut:

Kerajaan : Plantae

Divisi : Chlorophyta

Kelas : Ulvophyceae

Ordo : Ulvales

Famili : Ulvaceae

Genus : Ulva

Spesies : Ulva lactuca

         Ulva lactuca disebut salah satu sumber makanan yang sehat bagi manusia. Serat yang terkandung pada rumput laut ini dapat membantu proses pencernaan dalam tubuh, sehingga memakan ulva dalam jumlah tertentu dapat membantu memperlancar pencernaan orang yang memakannya. Ulva sp. juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Hal tersebut merujuk pada fakta bahwa ulva sp. yang dikeringkan mengandung 18,7% air, 14,9% protein, 0,04% lemak, 50,6% gula tepung dan 0,2% serat. Adapun vitamin yang terkandung antara lain vitamin B1, vitamin C, serta iodin dalam jumlah 31 ppm (Hatta, 2002).

        Pemanfaatan Ulva lactuca sebagai bahan makanan telah lama dilakukan. Masyarakat di sekitar Pantai Sepanjang, Yogyakarta memanfaatkan alga ini sebagai bahan makanan untuk dimasak sebagai sayuran atau digoreng menjadi keripik ulva sebagai oleh-oleh khas pantai selatan Gunung Kidul (Nurmiyati, 2013). Selain itu tersedia pula produk keripik Ulva skala perusahaan yang sudah dikemas dan siap untuk di eksport.

produk

Pustaka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *