Seaweed Park Sebagai Sarana Edukasi dan Konservasi Laut

Dalam rangka mengimplementasikan project selama menjadi nominasi finalis pada program CSL (Climate Smart-Leaders) oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan YPB yang diwakili oleh Saudara Raditya Ahmad Rifandi atas nama UKK Seaweed UNDIP. Saudara Raditya meraih 12 besar setelah mengalahkan berbagai pesaing di seluruh Indonesia. ‘Taman Rumput Laut’ adalah konsep bertema konservasi dan edukasi rumput laut bagi ekosistem laut dimana diharapkan dari taman ini dapat mengoptimasikan fungsi ekologis rumput laut, mengedukasi masyarakat tentang pemanfatan hasil rumput laut dan ekplorasi, konservasi dengan media taman rumput laut.  Ide taman rumput laut muncul didasari kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang rumput laut. Keberlangsungan ekosistem rumput laut  menjadi hal utama yang diangkat dalam konsep taman rumput laut.  Terdapat dua kegiatan besar yaitu kontruksi dan kultivasi rumput laut. Didalam kegiatan disisipkan sosialisasi pelestarian laut dan demo pengolahan bahan rumput laut.

Pelaksanaan acara dilakukan di Teluk Awur, Jepara. Pada tanggal 29 Maret 2014 tim dari Seaweed melakukan sosialisasi, lomba mewarnai dan menampilkan film edukasi kawasan ekosistem pesisir dan laut di SDN Teluk Awur. Peserta sosialisasi diikuti oleh 40 siswa dari siswa kelas 4. Sosialisasi bertujuan untuk pengenalan, pelestarian dan pendidikan lingkungan laut sedini mungkin kepada generasi penerus. Berbagai hasil karya siswa dalam lomba mewarnai dan penampilan film rumput laut menjadi sarana penyampaian edukasi laut. Selain sosialiasasi dilaksanakan pelatihan pengolahan produk kepada masyarakat Telur Awur. Pelatihan pengolahan rumput laut berupa demo pembuatan permen dan kerupuk rumput laut. Pelaksanaanya dilakukan di Balai Desa Teluk Awur yang diikuti 20 orang. Senin, 31 Maret 2014 dilaksanakan pemasangan kontruksi dan kultivasi taman rumput laut di pulau panjang dibagian sisi utara. Konsep dari taman rumput laut ini bersifat sustainable yang diharapkan dapat berlangsung secara terus menerus dan menjadikan sebagai lokasi ekowisati bahari. Beberapa rumput laut yang bernilai ekonomis diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat teluk awur untuk memajukan perekonomian.

Ekosistem rumput laut telah menjadi nilai eksport bahan hayati laut dikancah internasional. Namun pengetahuan akan jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi kurang dimiliki para petani rumput laut. Selain itu kurangnya pengolahan bahan mentah rumput laut menjadi bahan konsumsi merupakan masalah utama. Melalui pelatihan pengolahan produk dari bahan rumput laut diharapkan mampu meningkatkan kreatifitas para petani dalam pengolahan bahan mentah rumput laut yang mana harapannya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dibutuhkan teknologi, ide, dan niat untuk meningkatkan produktivitas rumput laut dan bahan pangan dari rumput laut. Kurangnya pemahaman masyarakat akan ekologis dan ekonomi rumput laut menjadikan masyarakat peduli akan masa depan laut indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *