Sargalizer, Pupuk Produk Rumput Laut

Kandungan dari rumput laut yang menjadikan rumput laut sebagai bahan tambahan dari pupuk alami antara lain karena rumput laut mengandung mineral mineral penting dari laut yang dibutuhkan oleh tanaman, selain itu rumput laut juga memiliki kandungan hormon pemacu tumbuh yang telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan dari tanaman.

Sargassum sp adalah rumput laut yang tergolong Divisi Phaeophyta ( ganggang coklat ). Sargassum sp. tersebar luas di Indonesia dan tumbuh di perairan yang terlindung maupun yang berombak besar pada habitat bebatuan (Aslan, 1998). Sargassum tumbuh di daerah intertidal, subtidal, sampai daerah tubir dengan ombak besar dan arus deras. Sargassum merupakan rumput laut yang kaya manfaat. Salah satu manfaat yang dapat di aplikasikan di masyarakat dari rumput laut Sargassum adalah pembuatan pupuk tanaman dari rumput laut Sargassum. Oleh tanaman, pupuk digunakan untuk tumbuh, hidup, dan berkembang. Pupuk mengandung zat atau unsur hara. Kandungan hara dalam tanaman berbeda–beda, tergantung pada jenis hara, jenis tanaman, kesuburan tanah atau jenisnya, dan pengelolaan tanaman (Rosmarkam dan Yuwono, 2002).

Kandungan dari rumput laut yang menjadikan rumput laut sebagai bahan tambahan dari pupuk alami antara lain karena rumput laut mengandung mineral mineral penting dari laut yang dibutuhkan oleh tanaman, selain itu rumput laut juga memiliki kandungan hormon pemacu tumbuh yang telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan dari tanaman. Hormon pemacu tumbuh yang terdapat pada rumput laut Sargassum berdasarkan penelitian dari Sedayu et al,. (2014)  ini terdiri dari hormom auksin 148±33 ppm, giberelin 160±15 ppm, dan sitokinin yang terdiri dari kinetin 71±4 ppm dan zeatin 86±10 ppm.

Cara pembuatan pupuk ini cukup mudah, pertama rumput laut Sargassum sp. diambil kemudian dicuci hingga bersih. Pencucian ini dilakukan untuk membersikan rumput laut dari sedimen dan garam yang terdapat dalam thalus. Rumput laut yang telah dicuci kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari hingga mencapai tekstur yang keras, padat, rapuh dan tidak banyak mengandung air. Setelah rumput laut kering, rumput laut tersebut lalu diayak hingga mendapatkan tekstur rumput laut kering yang berukuran kecil kecil dan tidak terdapat bagian thalus yang bergerombol. Kemudian rumput laut yang telah berbentuk kecil kecil tersebut dijadikan pupuk dengan menambahkan Effective Microorganism (EM) jenis EM – 4 (Widyananto dan Maulana, 2014).  Selain dijadikan dalam bentuk pupuk kering, pupuk sargassum dapat dibuat dalam bentuk cair yaitu dengan menggunakan metode pengomposan (Sedayu, 2014).

 

Daftar Pustaka

 

Aslan, L. (1998). Budidaya Rumput Laut. Edisi Revisi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Rosmarkam, Afandhie Dan Nasih Yuwono, Widya. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sedayu, Bakti Beriyanto . I Made Susi Erawan . Luthfi Assadad . 2014 . Pupuk Cair Dari Rumput Laut Eucheuma Cottonii, Sargassum Sp. Dan Gracilaria Sp. Menggunakan Proses Pengomposan . Jakarta : Balitbang Kkp

Widyananto, Prastyo Abi Dan Maulana, Ivan Riza . 2014 . Sargalizer ( Sargassum Fertilizer ) : Pupuk Organik Rumput Laut Sebagai Nutrisi Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman Palawija Dalam Upaya Memajukan Sektor Pertanian . Semarang : Universitas Diponegoro Proposal Kreatifitas Mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *