Chlorophyta, Sang Rumput Laut Hijau

Chlorophyta, apa sih itu?

Chlorophyta atau yang lebih dikenal sebagai alga hijau merupakan jenis alga dengan kelompok terbesar dari golongan alga lainnya. Istilah Chlorophyta berasal dari bahasa yunani “chloro” yang berarti hijau dan “phyton” yang berarti tumbuhan dengan kata lain Chlorophyta adalah kelompok alga baik berukuran mikro atau makro yang berwarna hijau (Pulido dan Mc Cook, 2008).

Chlorophyta sebagian besar hidup di air tawar. Chlorophyta mengandung pigmen klorofil-a dan klorofil-b lebih dominan dibandingkan karotin dan xantofil, bersifat kosmopolit, terutama hidup di perairan yang cahayanya cukup seperti di kolam, danau, genangan air hujan, pada air mengalir (sungai dan selokan). Chlorophyta ditemukan pula pada lingkungan semi akuatik yaitu pada batuan, tanah lembab, dan kulit batang pohon yang lembab) (Siregar, 2011). Contoh dari Rumput laut hijau antara lain Ulva sp., Caulerpa sp., Codium sp.,Halimeda sp., dan Udotea sp.

Manfaat chlorophyta apa aja ya?

Dalam ekosistem perairan, chlorophyta merupakan salah satu produsen utama karena sebagian anggota dari chlorophyta adalah fitoplankton yang memiliki pigmen klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis dengan efektif (Fauziah dan Laily, 2015). Dalam beberapa kajian yang dilakukan oleh Suparmi et al.,(2007), pigmen klorofil memiliki beberapa potensi bioaktifitas antara lain dalam bidang industri makanan dan minuman klorofil digunakan sebagai bahan perwarna alami. Dalam bidang kesehatan, klorofil dapat digunakan sebagai anti anemia, anti proteolitik, anti bakteri, antioksidan, meningkatan imunitas, mampu menstabilkan tekanan darah, pengganti sel – sel yang rusak, memperbaiki fungsi hati, menyembuhkan luka, dan merangsang fibrioblast. Sedangkan dalam bidang pertanian, klorofil dapat digunakan sebagai bio-insektisida ramah lingkungan.

Secara umum, chlorophyta bagi kehidupan berfungsi sebagai Produsen primer (penyedia oksigen) no1 di air, sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot, terutama spesies chlorella (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E), sumber pakan alami bagi ikan dan organism air lain (terutama benih).

DAFTAR PUSTAKA

Diaz-Pulido G & Mccook L. 2008. Macroalgae (Seaweed) In China, (Ed) The State Of Great Barrier Reef On-Line. Reat Barrier Reef Marine Park Authority, Townsville.

Fauziah, Shaddiqah Munawaroh Dan Laily, Ainun Nikmati . 2015 . Identifikasi Mikroalga Dari Divisi Chlorophyta Di Waduk Sumber Air Jaya Dusun Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang . Malang : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Siregar. 2011. Identifikasi Dominasi Genus Alga Pada Air Boezem Morokembrangan Sebagai Sistem High Rate Algae Pond (HRAP). Surabaya: Jurusan Teknik Lingkungan ftsp-Its.

Soegiarto. 1986. Rumput Laut (Algae) Manfaat, Potensi Dan Usaha Budidaya. Lembaga Oseanologi Nasional Lipi.

Sulistijo, 2009. Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda. Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta

Suparmi, O.K. Radjasa, And L. Limantara. 2007. Mikroorganisme Yang Berasosiasi Dengan Sponge: Potensinya Sebagai Sumber Biopigmen Dan Upaya Budidayanya. Jurnal Masyarakat Aquakultura Indonesiana, 8 (2):121-133, Agustus 2007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *