Alginat, Ekstrak dari Phaeophyta

Halo, kali ini di SeaweedPedia kita akan membahas alginat. Apa sih alginat itu? Alginat adalah senyawa pikokoloid yang dihasilkan dari rumput laut coklat (Phaeophyceae), yaitu Macrocytis, Laminaria, Aschophyllum, Nerocytis, Eklonia, Fucus, Turbinaria dan Sargassum. Sargassum dan Turbinaria merupakan jenis rumput laut alginofit yang banyak ditemukan di perairan Indonesia (Anggadireja dkk, 1993).

Alginat merupakan komponen utama dari getah ganggang coklat dan merupakan senyawa penting dalam dinding sel (Belitz and Groch, 1982). Alginat adalah kopolimer linear yang mengandung ±700- 1000 residu asam uronat antara lain ß-D asam mannuronat dan a-L asam guluronat. Ikatan 1,4 rantai alginat yang hanya mengandung residu asam mannuronat disebut blok M, rantai alginat yang hanya mengandung residu asam guluronat disebut blok G dan rantai alginat yang mengandung residu asam mannuronat serta asam guluronat disebut blok G-M. Asam D- manuronat memiliki ikatan diekuatorial 4 C1 sedangkan asam guluronat memiliki ikatan diaksial 1 C4 . (Inukai et al., 1999 dalam Sebayang, 2011).

Gambar 1. Struktur Kimia Alginat

Berdasarkan sifat dan kemampuan larut dalam airnya, alginat dapat digunakan dalam beberapa kegunaan. Menurut Simanjuntak (2015), Contoh penggunaan alginat dalam bidang industri makanan, tekstil, medis / farmasi dan kosmetik tersebut yaitu :

Bidang industri tekstil, alginat digunakan sebagai pengental pasta yang megandung zat warna. Alginat tidak bereaksi dengan zat pewarna dan dengan mudah dicuci dari tekstil sehingga alginat menjadi pengental yang terbaik untuk zat warna.

Hasil gambar untuk batik capGambar 2. Alginat dapat digunakan sebagai pengental pada pasta warna batik cap. Alginat ditambahkan untuk menambahkan ketahanan warna saat di gosok (E. Sinurat dan Murdinah, 2007) (Gambar : wego.co.id)

Bidang makanan, sifat kekentalan alginat dapat digunakan dalam pembuatan saus serta sirup, sebagai penstabil dalam pembuatan es krim. Lapisan kalsium alginat juga dapat digunakan sebagai pembungkus ikan, buah, daging dan makanan lain, selanjutnya untuk pengawetan dan merupakan pengepak alternatif karena alginat mudah terurai oleh mikroorganisme sehingga bersifat ramah lingkungan. Sebagai pembungkus yang dapat dimakan, alginat berperan sebagai komponen diet seperti serat karena hanya meningkatkan volume usus, tidak diabsorbsi dalam saluran pencernaan, berkalori rendah dan tidak berpotensi untuk merusak. Film pelapis kalsium alginat dapat digunakan untuk membantu mengawetkan ikan beku, jika ikan dibekukan dengan jelli kalsium alginat maka ikan dilindungi dari udara sehingga proses oksidasi dihambat. Jika jelli mencair bersama ikan, dengan mudah dapat dipisahkan. Potongan daging yang dibungkus dengan flim kalsium alginat sebelum dibekukan menyebabkan juice daging akan diabsorbsi kembali kedalam daging selama proses pencairan, sehingga pembungkus dapat melindungi daging dari kontaminasi bakteri.Hasil gambar untuk es krim

Gambar 3. Alginat dapat digunakan sebagai penstabil dalam pembuatan es krim. (Gambar : Kulinersehat.com)

Bidang farmasi, alginat dapat digunakan sebagai pembalut luka yang dapat menyembuhkan luka karena dapat mengabsorpsi cairan dari luka, dimana kalsium alginat dalam serat diubah oleh cairan tubuh menjadi natrium alginat yang larut. Alginat dalam bentuk garam dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan polimer pembentuk gel lainya untuk mengontrol pelepasan obat dari matriks tablet. Dalam cairan lambung, natrium alginat terhidrasi dan dikonversi menjadi bentuk asam alginat yang tidak dapat larut, sehingga menekan pelepasan obat dalam perut. Alginat dapat dibuat menjadi membran dengan melarutkan natrium alginat dalam air kemudian dibiarkan satu malam. Larutan tersebut kemudian dituang kedalam plat kaca dan dibiarkan selama 1 jam sampai ketebalannya homogen, lalu cetakan gelas diimersikan ke dalam larutan CaCl2 0,1 M selama satu malam. Cetakan gelas yang berisi membran alginat kemudian dicuci dengan air dan selanjutnya dibiarkan pada suhu kamar sehingga mengering, maka diperoleh lapisan tipis yaitu membran kalsium laginat Gel alginat dalam bentuk butiran dapat digunakan sebagai biokatalis enzim untuk sel. Proses yang menggunakan immobilisasi biokatalis adalah menghasilkan etanol dari pati, membuat beer dengan immobilisasi ragi, fermentasi untuk menghasilkan butanol dan isopropanol serta produk lanjutan dari yoghurt

Hasil gambar untuk kapsul

Gambar 4. Alginat dapat digunakan sebagai cangkang kapsul (Natalia, 2011). (gambar : arah.com)

Sekarang udah tambah tau kan kegunaan dari alginat ini? banyak sekali kan kegunaan produk dari rumput laut ini

DAFTAR PUSTAKA

Anggadireja J. , Azatniko W., Sujatmiko dan Noor I. . 1993 . Teknologi Produk Perikanan dalam Industri Farmasi. Dalam Stadium General Teknologi dan Alternatif Produk Perikanan dalam Industri Farmasi.

Belitz, HD. and Grosch W. (1982) Food Chemistry. Springer Verlag Berlin Heidebberg New York, London, Paris, Tokyo.

Sebayang, Abdi Suranta . 2011 . Karakterisasi Film Pelapis Khelat Kalsium Alginat – Kitosan Dengan Bahan Pemlastis  Gliserol . Sumatera : Universitas Sumatera Utara

Simanjuntak, Fernando. 2015. Pengaruh Konsentrasi Pemlastis Gliserol Terhadap Karakteristik Edible Film Kalsium Alginat . Sumatera Utara : Medan

Sinurat, E., dan Murdinah. 2007. Aplikasi Alginat Sebagai Bahan Pengental Pada Pencapan Batik. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 1, Juni 2007

Natalia, D. 2011. Pembuatan Cangkang Kapsul Alginat yang Mengandung Pewarna Ponceau-4r dan Pengujian Sifat – Sifat Fisiknya. Medan : Universitas Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *